Menterian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd

12 Aksi Rencana Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal

Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

Perbedaan Kopdes Merah Putih dan BUMDes

Selamat Hari Jadi Ke-17 Kabupaten Mesuji

Kamis, 30 Oktober 2025

Wujud Nyata Dana Desa: Rumah Layak Huni untuk Warga Rejo Binangun

 

Rejo Binangun, 29 Oktober 2025 — Pendamping Lokal Desa (PLD) Dodik Handoko melakukan kunjungan lapangan ke Desa Rejo Binangun dalam rangka memantau secara langsung pelaksanaan program Bantuan Rumah Layak Huni (RLH) yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Dodik Handoko mendatangi keluarga penerima manfaat (KPM) atas nama Bapak Agus Trianto, warga RK 2 Desa Rejo Binangun, yang mendapatkan bantuan sebesar Rp 10 juta dalam bentuk bahan bangunan. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung proses pembangunan rumah agar lebih layak dan nyaman untuk dihuni.

Melalui kegiatan ini, PLD Dodik Handoko memastikan bahwa penyaluran bantuan berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Ia juga memberikan pendampingan serta arahan agar pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swadaya dan gotong royong, sehingga dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga.

Kegiatan bantuan rumah layak huni ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan Dana Desa oleh Pemerintah Desa Rejo Binangun dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menunjang program pengentasan kemiskinan di tingkat desa.

Pendamping Lokal Desa berharap agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga penerima dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dalam memanfaatkan program pemerintah desa secara tepat dan bertanggung jawab.


(Dodik/PLD)

Upaya Ketahanan Pangan di Desa Aji Jaya Berbuah Hasil, Warga Mulai Menanam Tanaman Produktif di Lingkungan Rumah

 


Desa Aji Jaya – Upaya pendampingan yang dilakukan kepada masyarakat Desa Aji Jaya mulai menunjukkan hasil positif. Salah satu warga desa, Bapak Sudarmanto, telah memanfaatkan lahan di sekitar rumahnya untuk menanam kangkung, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan desa.

Langkah yang dilakukan Bapak Sudarmanto ini menjadi contoh inspiratif bagi warga lainnya untuk ikut serta dalam gerakan menanam tanaman produktif. Dengan menanam sayuran seperti kangkung, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga berpotensi menambah pendapatan keluarga dari hasil panen yang melimpah.

Pendamping desa turut berperan aktif dengan memfasilitasi pertemuan dan diskusi bersama warga, membagikan pengetahuan tentang teknik menanam kangkung serta tanaman produktif lainnya. Melalui kegiatan ini, warga didorong untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan alternatif dan mandiri.

Kegiatan yang dilakukan Bapak Sudarmanto menjadi contoh nyata dari keberhasilan program pendampingan desa dalam mendorong kemandirian pangan masyarakat. Diharapkan, langkah positif ini dapat menginspirasi lebih banyak warga Desa Aji Jaya untuk menanam tanaman produktif di lingkungan masing-masing, sehingga ketahanan pangan di tingkat desa semakin kuat dan berkelanjutan.

Semoga semangat warga seperti yang ditunjukkan oleh Bapak Sudarmanto dapat menjadi awal perubahan positif bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa Aji Jaya.

(Diswan/PLD)

Selasa, 28 Oktober 2025

Desa Margo Makmur Realisasikan Jalan Rabat Beton 167 Meter

Margo Makmur, 28 Oktober 2025. Pembangunan perkerasan jalan rabat beton di Desa Margo Makmur, RT 8 RW 3, merupakan salah satu proyek yang sangat dinantikan oleh masyarakat desa. Dengan panjang 167 meter, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur desa dan memudahkan akses masyarakat ke berbagai fasilitas penting.

Realisasi dana desa tahap dua sebesar Rp. 115.678.000 telah memungkinkan pelaksanaan proyek ini dengan lancar dan efektif. Kunjungan lapangan untuk memantau progres pembangunan dihadiri oleh perwakilan staf PMD Kecamatan Simpang Pematang, Kepala Desa Margo Makmur, dan aparatur desa lainnya.

Mereka bersama-sama memantau proses pembangunan dan memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan. Pembangunan jalan rabat beton ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Desa Margo Makmur, serta menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur.

Kehadiran perwakilan staf PMD Kecamatan Simpang Pematang menunjukkan komitmen pemerintah kecamatan untuk mendukung pembangunan desa dan memastikan bahwa dana desa digunakan secara efektif dan efisien. Semoga proyek ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Margo Makmur."

Senin, 27 Oktober 2025

Koordinasi Tim TPP Kecamatan Simpang Pematang Bahas Progres Ketahanan Pangan dan Dukungan Dana Desa Untuk Kopdes Merah Putih

Simpang Pematang – Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Simpang Pematang melaksanakan kegiatan koordinasi yang didampingi oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, Bapak Khoirudin, bersama Kepala Seksi Sosial Kecamatan Simpang Pematang, Ibu Neni. Pertemuan tersebut membahas progres penyerapan dan realisasi kegiatan ketahanan pangan desa yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah Kecamatan Simpang Pematang.

Dalam kesempatan tersebut, tim melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa (DD), termasuk upaya optimalisasi pengelolaan oleh BUMDes agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Bapak Khoirudin selaku TAPM memberikan sejumlah arahan teknis dan pendampingan dalam rangka memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai ketentuan serta mendukung kemandirian ekonomi desa.

Selain membahas ketahanan pangan, koordinasi juga menyoroti percepatan pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang akan membahas dukungan Pemerintah Desa terhadap pengembalian pinjaman Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah Kecamatan menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Desa, BUMDes, dan lembaga keuangan desa agar tata kelola keuangan desa tetap transparan dan akuntabel.

Ibu Neni selaku Kasi Sosial Kecamatan Simpang Pematang menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen semua pihak dalam mewujudkan ketahanan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran. “Kita ingin memastikan bahwa seluruh program desa tidak hanya berjalan sesuai aturan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga,” ujarnya.

Kegiatan koordinasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antar unsur pendamping, pemerintah desa, dan lembaga ekonomi desa, guna mempercepat realisasi program prioritas pemerintah dalam bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Rabu, 22 Oktober 2025

Sosialisasi Gerakan Indonesia Menanam di Desa Budi Aji


Desa Budi Aji – Tim Pendamping Profesional Kabupaten Mesuji melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan dan sosialisasi program Gerakan Indonesia Menanam (GERINA) di Desa Budi Aji. Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator TAPM Kabupaten Mesuji, Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa, serta turut didampingi oleh Sekretaris Desa dan Ketua RK setempat.

Kegiatan berlangsung di kediaman salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah memanfaatkan sebagian bantuan untuk mendukung kegiatan ketahanan pangan dan budidaya tanaman produktif di sekitar pekarangan rumah. Dalam kesempatan tersebut, tim pendamping memberikan motivasi serta pendampingan teknis agar masyarakat lebih aktif dalam mendukung gerakan nasional menanam sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Sekretaris Desa Budi Aji menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim pendamping, serta berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran warga untuk menanam berbagai jenis tanaman yang bermanfaat, baik untuk konsumsi sendiri maupun peningkatan ekonomi keluarga.

Dalam arahannya, Koordinator TAPM Kabupaten Mesuji, Bapak Eko Suprastio, menyampaikan bahwa Gerakan Indonesia Menanam merupakan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar menanam tanaman pangan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa menanam adalah bagian dari kemandirian dan ketahanan ekonomi keluarga.

“Melalui Gerakan Indonesia Menanam, kita ingin membangun budaya menanam di setiap rumah tangga. Tidak harus besar, cukup mulai dari pekarangan sendiri. Kalau setiap keluarga menanam, maka desa akan kuat, dan ketahanan pangan nasional pun akan terjaga,” ujar Bp. Eko Suprastio dalam arahannya.

Beliau juga mengajak seluruh perangkat desa, pendamping, serta masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam mendukung program pemerintah ini, dengan menanam berbagai jenis tanaman seperti sayuran, cabai, dan tanaman produktif lainnya yang dapat memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan keluarga.

Pemerintah Desa Mulya Agung Salurkan BLT Dana Desa 2 Bulan

Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpang Pematang— Pemerintah Desa Mulya Agung melaksanakan kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk bulan September dan Oktober Tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Mulya Agung dengan dihadiri oleh Sekretaris Desa, Pendamping Lokal Desa, serta Bhabinkamtibmas.

Sebanyak 17 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan sebesar Rp. 300.000 per bulan, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tingkat desa.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Desa Mulya Agung menyampaikan bahwa BLT Dana Desa merupakan salah satu program pemerintah untuk membantu masyarakat kurang mampu. Ia mengimbau agar bantuan yang diterima dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan rumah tangga dan kegiatan produktif yang bermanfaat.

“Kami berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat dan digunakan dengan bijak untuk hal-hal yang prioritas,” ujar Sekretaris Desa dalam sambutannya.

Sementara itu, Pendamping Lokal Desa (PLD) dalam kegiatan yang sama juga menyampaikan sosialisasi terkait program Gerakan Indonesia Menanam untuk Ketahanan Pangan. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan melalui kegiatan menanam di lingkungan masing-masing.

“Gerakan Indonesia Menanam ini merupakan bagian dari upaya kita bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan kosong di desa, masyarakat dapat menanam sayuran, buah, atau tanaman pangan lainnya untuk konsumsi sendiri maupun untuk menambah penghasilan,” ungkap Pendamping Lokal Desa.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, karena selain menerima bantuan langsung tunai, warga juga memperoleh motivasi dan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kemandirian pangan. Pemerintah Desa Mulya Agung berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pemberdayaan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan berjalannya dua kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Mulya Agung dapat semakin mandiri, produktif, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya ketahanan pangan dalam mewujudkan desa yang sejahtera dan berdaya.

Kunjungan Lapangan di Desa Mulya Agung: Sosialisasi dan Monitoring Kegiatan Ketahanan Pangan kepada KPM BLT

Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpang Pematang — Pemerintah Desa Mulya Agung bersama Pendamping Lokal Desa melaksanakan kegiatan sosialisasi dan monitoring program ketahanan pangan yang dilakukan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) pada Rabu ( 22 Oktober 2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Desa Mulya Agung, Kasi Kesejahteraan, Bhabinkamtibmas, serta Pendamping Lokal Desa. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melakukan kunjungan langsung ke kediaman Ibu Supiah, yang akrab disapa Mbah Piyo, salah satu KPM BLT yang mengembangkan usaha ternak ayam bangkok sebagai bentuk pemanfaatan dana BLT untuk kegiatan produktif di bidang ketahanan pangan.

Dalam kegiatan tersebut, Pendamping Lokal Desa menyampaikan bahwa pelaksanaan program ketahanan pangan melalui pemanfaatan dana BLT merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga dan ketahanan pangan masyarakat desa. Ia juga mengapresiasi inisiatif Mbah Piyo yang telah menggunakan bantuan yang diterima untuk usaha ternak ayam, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi keluarganya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Mulya Agung berharap agar kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi KPM lainnya untuk memanfaatkan bantuan pemerintah secara produktif dan berkelanjutan. “Kami ingin program BLT bukan hanya membantu kebutuhan harian, tapi juga mampu mendorong warga agar lebih mandiri dan berdaya,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi dan monitoring ini berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban. Di akhir kunjungan, seluruh peserta menyampaikan dukungan agar usaha ternak ayam milik Mbah Piyo dapat terus berkembang serta menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar dalam mewujudkan ketahanan pangan di Desa Mulya Agung.

Selasa, 21 Oktober 2025

TAPM Kabupaten Mesuji Gelar IST Pendataan Laporan Sarpras dan Non Sarpras Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

**Mesuji, 21 Oktober 2025** — Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Mesuji melaksanakan kegiatan **In Service Training (IST)** pendataan laporan sarana prasarana (sarpras) dan non sarpras penggunaan **Dana Desa Tahun 2025**. Kegiatan ini berlangsung di **Balai Desa Simpang Mesuji**, dan diikuti oleh **Tenaga Pendamping Profesional (TPP)** dari tiga kecamatan, yakni **Simpang Pematang, Panca Jaya, dan Way Serdang**.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas pendamping desa dalam proses **pengumpulan, validasi, serta pelaporan data penggunaan Dana Desa**, baik yang berkaitan dengan pembangunan fisik (sarpras) maupun kegiatan non fisik (non sarpras).

Dalam kesempatan tersebut, hadir **Koordinator Kabupaten (KORKAB) TPP Mesuji**, para **Tenaga Ahli TAPM**, serta seluruh **Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa** dari ketiga kecamatan sasaran.

---

### **Sambutan KORKAB TPP Kabupaten Mesuji**

Dalam sambutannya, **KORKAB TPP Kabupaten Mesuji** menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan menekankan pentingnya kegiatan IST sebagai bentuk penguatan kapasitas pendamping desa agar lebih profesional dan akuntabel dalam menjalankan tugas pendampingan.

> “Pendataan sarpras dan non sarpras ini bukan sekadar formalitas laporan, tetapi merupakan **bukti transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa**. Data yang akurat dan terverifikasi menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan merencanakan program pembangunan yang berkelanjutan,” ujar KORKAB.

Beliau juga menegaskan bahwa TPP memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah pusat, daerah, dan desa. Karena itu, kualitas pendampingan dan ketepatan data menjadi kunci sukses pelaksanaan Dana Desa di lapangan.

> “Saya berharap seluruh pendamping mampu melakukan verifikasi dan validasi data secara teliti. Jangan sampai ada laporan yang tidak sesuai kondisi nyata di lapangan. **Integritas dan profesionalitas kita sebagai pendamping adalah modal utama membangun kepercayaan desa dan masyarakat**,” tambahnya.

Di akhir sambutan, KORKAB mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum IST ini sebagai ajang belajar bersama, memperkuat kolaborasi, dan saling berbagi pengalaman antar kecamatan.

---

### **Suasana Kegiatan**

Kegiatan IST berjalan interaktif dengan sesi pemaparan teknis oleh **Tenaga Ahli TAPM Kabupaten Mesuji** yang menjelaskan tahapan dan mekanisme pendataan, penggunaan format pelaporan digital, serta cara melakukan sinkronisasi data dengan sistem pelaporan Dana Desa.

Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan memaparkan kendala yang dihadapi di lapangan, sehingga kegiatan ini tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi juga sebagai forum berbagi solusi teknis antarpendamping.

---

### **Penutup**

Melalui kegiatan IST ini, diharapkan seluruh TPP Kecamatan di Kabupaten Mesuji semakin siap dalam melakukan pendataan dan pelaporan penggunaan Dana Desa Tahun 2025 dengan lebih **terukur, transparan, dan akurat**, demi mendukung pembangunan desa yang efektif dan berkelanjutan.